Postingan

Menampilkan postingan dengan label Manasik-Umroh

Pengertian Umroh / Umrah

IBADAH  UMRAH ADALAH PERJALANAN SPIRITUAL UMRAH ADALAH SUATU PROSES PERJALANAN IBADAH, SESUAI PERINTAH ALLAH SWT ADALAH = { وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ } “DAN SEMPURNAKANLAH IBADAH HAJI DAN UMRAH KARENA ALLAH (Q.S.ALBAQARAH 196) عن سعيد بن المسيب عن ابي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : لا تشد الرحال الا الي ثلاثة مساجد : المسجد الحرام ومسجدى هذا والمسجد الاقصى، [رواه البخارى ومسلم] Nabi saw. bersabda : Janganlah kau bersusah payah untuk berkunjung [ziarah] kecuali berkunjung ketiga masjid ; Masjidil Haram [di Makkah], Majidku ini [Masjid Nabi di Madinah] dan Masjidil ‘Aqsha [di Palestina] – [H.R. Bukhari dan Muslim] قال رسول الله صلم الحج والعمرة فريضتان لا يضر ايهما بدائت   [رواه الدار قطنى من حديث زيد بن ثابت] Rasulullah saw bersabda : Haji dan Umrah merupakan 2 [dua] fardhu [wajib] yg tidak ada larangan mendahulukan salah satu dari keduanya. {HR. Daru Quthni hadits riwayat Zaidbin Tsabit] ان النبي صلم سئل عن العمرة ا...

Rukun dan Wajib Umroh / Umrah

RUKUN UMRAH : 1. IHRAM. 2. THAWAF. 3. SA‘I. 4.MEMOTONG [MENCUKUR] RAMBUT DIKEPALA.    [SEBAGAI TANDA TAHALLUL] 5. TERTIB. WAJIB [HAJI] / UMRAH ADALAH RANGKAIAN AMALAN YANG HARUS DIKERJAKAN DALAM IBADAH [HAJI] / UMRAH , BILA TIDAK DIKERJAKAN ATAU DITINGGALKAN HAJI/UMRAHNYA SAH TETAPI DIKENAKAN DAM. WAJIB UMRAH : 1. NIAT IHRAM DARI MIQAT. 2. MENINGGALKAN LARANGAN-LARANGAN DALAM IHRAM. CATATAN à   SUNNAH ADALAH SUATU AMALAN YG APABILA DITINGGALKAN TIDAK MEMBATALAKAN HAJI/UMRAH DAN TIDAK MEMBAYAR DAM, NAMUN JIKA DILAKSANAKAN MENDAPATKAN NILAI LEBIH / KEUTAMAAN à SUNNAH JUGA DISEBUT MANDUB ATAU MUSTAHAB. 

Larangan dan Sunnah Ihram

Larangan Ihram a.   Khusus Pria   à memakai pakaian biasa [berjahit/bertangkup].        Memakai penutup kepala yg melekat, ibarat peci,         topi  dll.        Memakai sepatu atau yg menutup mata kaki.       b.  Khusus Wanita à Menutup muka dan menutup kedua telapak tangan                                             seperti [cadar dan kaos tangan]. Umum bagi Pria dan Wanita : 1.       Memakai wangi-wangian, baik dibadan atau dipakain, kecuali sebelum Ihram, 2.       Memotong kuku, mencukur/mencabut rambut secara mutlak, baik yg ada dikepala atau dianggota tubu...

Tata Cara Miqat

Gambar
MIQAT Miqat menurut bahasa à berasal dari [ وقت ] yg berarti Waktu. Istilah  batas waktu dan kawasan untuk melakukan ibadah Haji/Umrah. Miqat terbagi menjadi 2 [dua] : - Miqat Zamani ialah batas waktu untuk melakukan ibadah  Umrah. - Miqat Makani ialah batas kawasan untuk melaksakan ibadah  Umrah. Miqat Zamani  adalah   Umrah sepanjang tahun kecuali pada waktu yg             dimakruhkan, yaitu hari Arafah, hari Nahr dan hari-hari Tasyriq           [9,10,11,12 dan 13 Dzul Hijjah].       Miqat Makani adalah   Umrah bagi penduduk /yg sudah membisu di Makkah                                     adalah dari Tan’im, Ji’ranah, Hudaibiyah atau di ...

Dzikir dan Doa Thawaf

Gambar
      DZIKIR & DO’A  THAWAF sebagaimana Riwayat Ibnu Majah dan Abu Dawud : قَالَ عَطَاءٌ حَدَّثَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ طَافَ بِالْبَيْتِ سَبْعًا وَلَا  يَتَكَلَّمُ إِلَّا بِسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ مُحِيَتْ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ وَكُتِبَتْ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ وَرُفِعَ لَهُ بِهَا عَشْرَةُ دَرَجَاتٍ – رواه ابن ماجه  Berkata “Athaa” Abu Huraiarah menceritakan kepada saya, bekerjsama ia mendengar  Rasulullah saw. bersabda : Barang siapa Thawaf di Baitul Haram dengan tujuh kali putaran dan tidak berkata kecuali Dzikir “Subhaanaallah wal hamdulillah [ بِسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ] dst. Akan dihapus sepuluh dosanya dan ditulis sepuluh kebaikan dan diangkat dengan bacaan Tasbih tsb. sampai sepuluh derajat. سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَل...

Syarat Tayammum

Syarat tayammum ; sudah masuk waktu shalat. tidak ditemukan air, atau sakit, atau memakai air mampu membahayakan. tanah atau bubuk yg suci.

Hukum Shalat Dikendaraan

Shalat dikendaraan [pesawat] فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالا أَوْ رُكْبَانًا فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ Jika kau dlm keadaan takut [bahaya], maka shalatlah sambil berjalan/berkendaraan. Kemudian apa kalau kau telah aman, maka sebutlah Yang Mahakuasa [shalatlah] sebagaimana Yang Mahakuasa telah mengajarkan kepada kau apa yg belum kau ketahui, {Al Baqrah 239) Dalam sebuah Hadits disebutkan  : عن ابن عمر رضى الله عنهما قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلى على راجلته فى السفر حيثما توجهت   [ رواه البخا رى ومسلم ] {Dari Ibnu Umar ra. Berkata : Rasulullah saw shalat diatas kendaraannya [unta] dalam suatu perjalanan dimana kendaraan itu menghadap’ [HR. bukhari dan Muslim] sumber dari Fiqih Haji Depag 2001}

Tata Cara Menjamak Shalat

Gambar
Menjamak [mengumpulkan] Shalat ; Shalat yg boleh dapat dijamak [dikumpulkan] yakni antara Dhuhur dan Ashar, dan antara Maghrib dengan Isya’.  Dan menjaamak shalat ini mampu jamak secara tam [sempurna] atau jamak qosor [diringkas] Ada 2 [dua] cara untuk menjamak shalat yaitu : Jamak Taqdim [didahulukan] yaitu shalat Dhuhur dan Ashar dikerjakan diwaktu dhuhur, dan atau shalat Maghrib dan Isya’ dikerjakan diwaktu Maghrib. Dengan syarat : Dimulai shalat Dhuhur kemudian shalat Ashar, dan atau dimulai shalat Maghrib kemudian shalat Isya’ Berniat untuk menjamak [mengumpulkan] shalat dimaksud dipermulaan shalat Dhuhur, dan atau shalat Magrib, boleh berniat dipertengahan shalat yg pertama sebelum selesai shalatnya. Berturut-turut dan berurutan antara shalat yg pertama dengan shalat yg kedua. Niyatnya Jamak Taqdim qoshor ; Dhuhur dan Ashar di qashar ; اصلي فرض الظهر مجموعا بالعصر قصرا [ ماءموما ، اماما ] لله تعالى اصلي فرض الع...

Tata Cara Tayamum di Pesawat

Gambar
TAYAMMUM : وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ “Apa bila kau sakit, atau dalam perjalanan, atau kembali dari daerah buang air besar, atau menyentuh perempuan [ajnabiyah], kalau kau tidak menerima air, maka hendaklah kau tayammum dengan tanah/debu yg suci, maka sapulah mukamu dan kedua tanganmu”. [Al Mai’dah 6] وجعلت لنا الأرض كلها مسجدا وجعلت تربتها لنا طهورا إذا لم نجد الماء )  - رواه مسلم “Bumi telah dijadikan bagiku sebagai daerah sujud dan bubuk dijadikan alat bersuci [apa bila] kau tidak menerima air” [H.r. Muslim] ( إنما كان يكفيك أن تضرب بكفيك في التراب ثم ينفخ فيهما ثم تمسح بهما وجهك وكفيك إلى الرصغين ) رواه الدارقطني Bersabda Rasulullah saw.: Sesungguhnya cukup bagimu, kalau kau pukulkan kedua telapak tanganmu ketan...